Selasa, 17 Februari 2015

CONTOH ISIM FA’IL YANG BERAMALAN SEPERTI FI’ILNYA



Sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa “ISIM FA’IL” berbeda dengan “FA’IL”. ISIM FA’IL adalah istilah dalam ILMU SHOROF & FA’IL adalah istilah dalam ILMU NAHWU. Tidak setiap ISIM FA’IL berkedudukan sebagai FA’IL, dan tidak setiap FA’IL berasal dari ISIM FA’IL. Silakan baca kembali artikel yang saya tulis di SINI.


Tentang cara pembentukan ISIM FA’IL,
Antum bisa baca sendiri di dalam buku KAIDAH SHOROF. Bagi Antum yang punya KITAB FAHIMNA, Antum bisa membacanya di kitab FAHIMNA SHOROF TINGKAT DASAR.

Kemudian, terkait dengan pembahasan ISIM FA’IL, di kitab NAHWU-SHOROF TINGKAT LANJUTAN akan Antum dapati pembahasan tentang ISIM FA’IL yang beramalan seperti fi’ilnya. Dia bisa merofa’kan fa’il dan menashobkan maf’ul bih. Antum bisa mendapati penjelasan rincinya di kitab Nahwu-Shorof tingkat lanjutan semisal kitab MULAKHOS QOWA’ID AL-LUGHOH AL-‘AROBIYYAH. Atau, Antum bisa membacanya di KITAB FAHIMNA TINGKAT PEMANTAPAN.


 >>> CONTOH ISIM FA'IL YANG BERAMAL SEPERTI FI'ILNYA

Pada kesempatan ini, saya ingin memberikan lagi satu contoh ISIM FA’IL yang beramalan seperti fi’ilnya. Contoh ini saya ambil dari QS. Al-Bayyinah [98] ayat 5.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَ مَا أُمِرُوا إِلَّا ليَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاءَ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus…”

>>> I’ROB PERKATA:

و”: Huruf ‘Athof, MABNI.
ما”: Huruf Nafi, MABNI.
أمروا”: Fi’il Madhi Majhul, MABNI (Naibul Fa’il adalah WAWU JAMA’AH).
إلا”: Huruf Istitsna, MABNI.
ل”: Huruf LAM KAY (AMIL NASHOB), MABNI.
يعبدوا”: Fi’il Mudhore diawali oleh AMIL NASHOB (LAM KAY), MANSHUB (Fa’ilnya adalah WAWU JAMA’AH).
الله”: Maf’ul bih, MANSHUB
مخلصين”: Hal 1, MANSHUB (Shohibul halnya adalah WAWU JAMA’AH)
ل”: Huruf jar, MABNI
ه”: Dhomir muttashil, MABNI, Masbuq bi harfil jar
الدين”: Maf’ul bih, MANSHUB
حنفاء”: Hal 2, MANSHUB

>>> PENJELASAN TAMBAHAN:
Pada ayat di atas, “مخلصين” adalah ISIM FA’IL yang beramalan seperti fi’ilnya. Dalam ayat ini, dia menashobkan “الدين” (MAF’UL BIH).

ISIM FA’IL “مخلصين” berasal dari fi’il “أخلص” yang berpola “أفعل”. Kemudian bisa diubah menjadi ISIM FA’IL “مخلص”. Lalu, bisa diubah menjadi bentuk JAMAK “مخلصون” atau “مخلصين”. Pada ayat diatas dipilih yang “مخلصين” karena MANSHUB sebagai HAL. Cara pembentukan ISIM JAMAK, bisa dibaca di KITABFAHIMNA NAHWU TINGKAT DASAR & LANJUTAN.

Demikian. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.


Bogor, Rabu Pagi 28 Rabiul Akhir 1436 H/18 Februari 2015

Muhammad Mujianto al-Batawie




Tidak ada komentar:

Posting Komentar